Cute Rocking Baby Monkey 2014 | Sitimasruroh.com

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

BIOLOGI

BIOLOGI

BANJIR



BANJIR


Dahulu, jika kita melihat bumi kita nampak hijau, banyak pepohonan yang rindang dimana-mana, hutan-hutanpun juga masih sangat lebat sehingga saat hujan tiba air dapat terserap oleh pepohonan dan tidak menyebabkan banjir. Namun kondisi lingkungan kita saat ini sangat memprihatinkan, sangat jauh dengan kondisi pada zaman dahulu. Pepohonan dengan enaknya ditebang untuk kebutuhan manusia tanpa memikirkan bagaimana dampak yang ditimbulkan. Hutan yang semula penuh dengan pepohonan dijadikan pemukiman dan bangunan-bangunan, sehingga sekarang tidak ada lagi yang mampu menyerap air hujan yang terlalu banyak hingga menyebabkan banjir dimana-mana. Kurangnya kepedulian masyarakat akan lingkungan akan sangat membahayakan bumi kita tercinta ini. Anak cucu kita mendatang tidak akan bisa menikmati hasil kekayaan alam dan keindahan alam karena kita telah menghancurkannya tanpa menyadarinya.

penggundulan hutan terjadi karena penebangan pohon-pohon tanpa ada penanaman kembali atau reboisasi.akibat terjadinya hutan gundul ini akan berdampak pada perubahan iklim.iklim akan semakin panas karena hutan itu adalah paru paru dunia.dan juga akan mudah terjadinya longsor apabila ada hujan nyang cukup lebat. Selain itu bila para penduduk sekitar sering membuang sampah disungai juga akan menimbulkan banjir, cara penanggulangannya yaitu dengan cara melakukan reboisasi,yaitu penanaman kembali pohon pohon.dan salah satu cara lainnya yaitu dengan cara tebang pilih,yaitu memilih pohon yang sudah cukup masanya untuk ditebang.
Sebuah banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya. Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo.
Mulai saat ini kita sebagai warga masyarakat yang baik harus menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, karena akibatnya sangat fatal sekali, selain memicu terjadinya banjir juga dapat mengakibatkan tercemarnya tanah, sehingga tanah tidak lagi produktif untuk penanaman. Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.
1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.
Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:
1. menghemat penggunaan kertas dan pensil,
2. membuang sampah pada tempatnya,
3. memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
4. menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta
5. menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PEMILAHAN SAMPAH DAN PENCEGAAHAN TERHADAP PEMBAKARAN SAMPAH



PEMILAHAN SAMPAH DAN PENCEGAAHAN TERHADAP PEMBAKARAN SAMPAH

Saat ini masalah yang sangat sulit untuk diatasi adalah masah tentang sampah yang berserakan dimana-mana. Terutama didaerah sekitar kampus UNEJ, dihalaman jika kita lihat banyak sekali sampah-sampah terutama sampah plastik berserakan dimana-mana, hal diakibatkan karena kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan, terutama dilingkunan sekitar mereka belajar. Mereka tidak sadar jika hal itu terus dilakukan maka akan mengakibatkan pencemaran tanah, sebab sampah-sampah plastik yang berserakan lama-lama akan menumpuk dan tidak dapat diuraikan, hal itulah yang membuat tanah menjadi tercemar. Tanah tidak akan subur seperti dahulu, sehingga tanaman akan sulit tumbuh subur. Dengan adanya permasalah tersebut maka perlu adanya suatu usaha untuk mengurangi pencemaran di lingkungan sekitar kampus yaitu diantaranya diadakannya pemilahan sampah dan pencegahan pembakaran sampah. Pencegahan pembakaran ini sangat perlu untuk mengurangi polusi udara.
Pemilahan sampah ini dilakukan agar sampah tidak banyak yang tertimbun. Dengan memilah sampah, maka timbunan sampah akan terkurangi. Kita dapat memilah sampah menjadi dua macam, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai dengan mudah dalam tanah. Contoh dari sampah organik yaitu sisa – sisa sayuran, daun – daun yang berguguran, dan lain – lain. Sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai dalam tanah. Contoh sampah anorganik yaituu sampah plastik, sampah kaleng, dan lain – lain. Sampah organik dapat digunakan sebagai kompos. Sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk kerajinan, dapat di daur ulang menjadi macam – macam mainan, hiasan dan lain – lain.  Masing – masing sampah, baik organik maupun anorganik harus disediakan 2 tempat sampah, misalnya tempat sampah yang berwarna hijau dan biru. Tempat sampah yang bewarna hijau untuk sampah organik sedangkan tempat sampah yang berwarna biru untuk sampah anorganik. Dengan begitu, maka sampah – sampah akan dapat dengan mudah dikelompokkan untuk dimanfaatkan lagi sehingga sampah – sampah akan dapat terkurangi. Dengan berkurangnya sampah, maka kampus Universitas Jember ini akan menjadi asri dan tidak tercemar.
Pembakaran sampah juga mengakibatkan polusi udara serta semakin bertambahnya gas-gas Co2 yang akan membuat bumi kita terasa sangat panas. Jika hal itu terus berlanjut dan tidak ada penanganan segera maka akan membuat terjadinya Global worming. Salah satu proses terjadinya yaitu saat gas CO2 menumpuk di atmosfer maka panas yang terpancar dari sinar matahari akan amuk kebumi dengan melalui atmosfer terlebih dahulu, lalu karena dibawah lapisan atmosfer banyak menumpuk gas CO2 maka cahaya harus membutuhkan energi besar untuk dapat menembus gas CO2 tersebut hingga akhirnya dapat menembusnya. Dengan begitu cahaya atau panas masuk ke bumi lalu sebagian diserap dan sebagian yang lain dipantulkan kembali ke atmosfer, namun karena terhambat oleh lapisan CO2 panas yang dipantulkan bumi tidak dapat menembus gas CO2 tersebut, sebab energinya telah berkurang hingga akhirnya panas dipantulkan kembali ke bumi dan menyebabkan bumi menjadi panas, dan sekarang lebih dikenal dengan istilah Global Worming. Jika keadaan tersebut terus berlanjut maka es yang ada di kutub akan mencair dan akan menggenangi wilayah daratan, hal tersebut sangat membahayakan, untuk itu kita perlu mengurangi kegiatan yang dapat meningkatkan gas  CO2.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGUKURAN SUHU MANUSIA



PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR
“PENGUKURAN SUHU MANUSIA”
  
Oleh:
SITI MASRUROH
NIM: 130210103048




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013
ACARA VII
I        JUDUL       : PENGUKURAN SUHU MANUSIA
II       TUJUAN    :
Untuk mengetahui suhu badan mahluk hidup humoiothermal
III      DASAR TEORI
Makhluk homoiothermal adalah makhluk yang suhunya tidak atau sedikit sekali dipengaruhi oleh temperatur sekitar. Hal ini dapat terjadi karena adanya mekanisme pengaturan panas badan yang berpusat pada hipotalamus melalui saraf-saraf terutama saraf otonom. Di samping tentu adanya pengaruh kelenjar endokrin walau masih belum jelas peranannya. Mekanisme pengaturan panas adalah dengan menjaga adanya keseimbangan antara thermogenesis (produksi panas) dan thermolisis (pembuangan panas). Produksi panas tergantung dari metabolisme ,jadi tergantung pada proses kimia eksotermal, misalnya kerja otot, menggigil dll. Pembuangan panas adalah dengan cara konduksi, konveksi , radiasi, penguapan dan sebagian melalui feses dan urin (Tim Dosen Pembina. 2013: 21).
Energi panas yang hilang atau masuk ke dalam tubuh melalui kulit ada 4 cara yaitu:
a. Konduksi
Adalah pemaparan panas dari suatu obyek yang suhunya lebih  tinggi ke obyek lain dengan jalan kontak langsung. Agar terjadi konduksi kedua obyek harus berbeda suhu dan harus saling berkontak misalnya pada  keperawatan mengukur suhu dengan menggunakan termometer air raksa  di bagian tubuh manusia atau permukaan tubuh kehilangan atau memperoleh panas melalui konduksi kontak langsung dengan substasi lebih dingin atau lebih panas termasuk udara atau air. 
b. Konveksi
Konveksi adalah pemindahan panas melalui gas atau cairan yang bergerak. Aliran konveksi dapat terjadi karena massa jenis udara panas sangat ringan dibandingkan  udara dingin misalnya orang telanjang yang duduk dalam ruangan yang kehilangan sekitar 12% panasnya dengan cara konduksi ke udara menjauhi tubuh.
c. Radiasi
Adalah suatu energi panas dari suatu permukaan obyek ke obyek lain tanpa mengalami kontak dari kedua obyek tersebut, misalnya seseorang yang telanjang dalam ruangan dengan suhu kamar normal kehilangan sekitar 60% panas total secara radiasi. Jika suhu tubuh naik, pusat kendali suhu di otak akan melebar dan meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit sambil membawa panas tubuh (Gullon. 1997 : 87).

d. Evaporasi (penguapan)
Adalah peralihan panas dari bentuk cairan menjadi uap. Bila  suhu udara lebih tinggi  dari suhu permukaan tubuh, maka radiasi, konduksi  dan konveksi tidak dapat menghilangkan panas di tubuh. Dalam keadaan ini cara penguapan yang bermanfaat yaitu mengkonversi  air dari cairan menjadi gas. misalnya penguapan air melalui kulit dan paru, ini disebut juga air menguap secara insensibel karena tidak dapat dikontrol (Soewolo. 2000: 24 ).
Reseptor suhu yang paling penting untuk mengatur suhu tubuh adalah banyak neuron peka panas  khususnya yang terletak pada area preoptika hipotalamus. Neuron ini meningkatkan pengeluaran inpuls bila suhu meningkat dan mengurangi inpuls yang keluar bila suhu turun. Selain neuron ini reseptor lain yang peka terhadap suhu adalah reseptor suhu kulit termasuk reseptor dalam lainnya  yang juga menghantarkan isyarat terutama isyarat dingin ke susunan syaraf pusat panas untuk membantu mengontrol suhu tubuh (Waluyo. 2012 : 54).
Temperatur kulit badan tidak sama di semua tempat, makin banyak berhubungan dengan udara luar, temperatur semakin dipengaruhi oleh temperatur sekitar. Temperatur tubuh yang normal sekitar 36°C. Temperatur yang paling mendekati temperatur tubuh sebenarnya adalah temperatur rektar (melalui dubur), tetapi kurang praktis dan kurang estetis. Oleh karena itu, yang sering dikerjakan pengukurran temperatur aksilar (melalui ketiak) atau oral (mulut).
Pengukuran suhu badan penting sekali dalam klinis. Adanya penyakit infeksi menyebabkan suhu badan meninggi, juga kelainan kelenjar endokrin menunjukkan perubahan suhu badan (Tim Dosen Pembina. 2013: 21).
Temperatur tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Kecepatan metabolisme basal
kecepatan metabolisme berasal tiap individu berbeda-beda.hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh meenjadi berbeda pula. sebagaimana disebutkan pada uraiannya, sangat terkait dengan laju metabolisme
  1. Rangsangan syaraf simpatis
Rangsangan syaraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. disamping itu, rangsangan syraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hampir seluruh metabolisme lemak coklat adalah menghasilkan panas. Umumnya,rangsangan syraf simpatis ini dipengaruhi stres individu yang menyebabkan peningkatan produksi epinefrin dan norepinefrin yang meningkatkan metabolisme.
  1. Hormon pertumbuhan
 Hormon pertumbuhan (growth hormone) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya,produksi panas tubuh meningkat juga.
  1. Hormon tiroksin
Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas semua aktivitas hampir semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal.
  1. Hormon kelamin
hormon kelamin pria dapat meninkat peningktan kecepatan metabolisme  basal kira-kira 10-15%dari kecepatan normal,menyebabkan peningkatan produksi panas.pada perempuan, fluktuasi suhu lebih berfariasi dari pada  laki-laki karena pengeluaran hormon progesteron pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3-0,6 % diatas normal basal.
  1. Demam dan peradangan
peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 15% untuk tiap  peningkatan suhu 1"C.
  1. situasi gizi
mal nutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20-30% hal ini terjadi  karena didalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. dengan demikian, orang yang mengalami malnutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermi). selain itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.
  1. Aktivitas
    selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antara komponen otot/organ yang menghasilkan energi termal. Latihan fisik meningkatan suhu tubuh hingga 38,3-39,0 °C .
  2. Gangguan organ
kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus dapat menyebabkan metabolisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saat terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit merupakan jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
10.  Lingkungan
suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan juga dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit. Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas di edarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai  30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efesien. dengan demikian, kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh .
11.  Usia
Pada saat lahir bayi meninggalkan lingkungan yang hangat yang relatif konstan, masuk ke dalam lingkungan yang suhu berfluktuasi dengan cepat. Mekanisme tubuh masih imatur. Suhu tubuh bayi dapat berespon secara drastis terhadap perubahan suhu. Pada bayi baru lahir pengeluaran suhu tubuh melalui kepala, oleh karena itu perlu mengunakan penutup kepala untuk mencegah pengeluaran panas. Regulasi tidak stabil sampai pada anak-anak mencapai pubertas. Rentang suhu normal turun secara berangsur sampai seseorang mendekati masa lansia. 
12.   Stres
Stres fisik dan emosi meningkatkan suhu tubuh melalui stimulasi hormonal dan persarafan. Perubahan fisiologi tersebut meningkatkan panas. Pasien yang cemas saat masuk rumah sakit atau sedang melakukan pemeriksaan kesehatan suhu tubuhnya  akan lebih tinggi dari normal. Adanya stres dapat dijembatani  dengan mengunakan sistem pendukung, intervensi krisis dan peningkatan harga diri. Sistem pendukung sangat penting untuk penatalaksanaan stres seperti keluarga (orang tua) yang dapat mendengarkan, perhatian, merawat dengan dukungan secara emosional selama mengalami stress. Sistem pendukung pada intinya dapat mengurangi reaksi stres  dan peningkatan kesejahteraan fisik dan mental. Intervensi krisis merupakan teknik untuk menyelesaikan masalah, memulihkan seseorang secepat mungkin pada tingkat fungsi semua dimensi sebelum krisis. Peningkatan harga diri dilakukan untuk membantudalam strategi reduksi stres yang positif yang dilakukan untuk mengatasi stres ( Rahmawati. 2012 : 54-60 ).

IV      ALAT DAN BAHAN
1.        Alat
a.    Termometer klinis
b.    Handuk/lap bersih
2.        Bahan
a.    Kapas steril
b.    Alkohol 70%
c.    Air es

VII    PEMBAHASAN
Pada pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai pengukuran suhu manusia yang bertujuan untuk mengetahui suhu badan mahluk hidup homoiothermal. Dalam percobaan ini kami melakukan 5 orang probandus untuk di cek suhunya. Dalam pengecekan suhu tubuh, kami menggunakan tiga tempat yaitu di ketiak, di bawah lidah dan di mulut. Ketiga tempat tersebut dipilih dalam melaksanakan pengukuran suhu disebabkan karena tempat tersebut mendekati temperatur tubuh yaitu sekitar 36ºC.  
Pada percobaan pertama yaitu pengukuran suhu di dalam mulut dibawah lidah. Awalnya termometer klinis diletakkan di bawah lidah, lalu setelah 10 menit suhu di baca dan di catat. Selama pengukuran di bawah lidah dilakukan 2 perlakuan yaitu sambil bernafas (menghirup dan mengeluarkan udara) atau sambil berbicara dan sambil diam menutup mulut. Kedua perlakuan tersebut ternyata mempengaruhi suhu tubuh nya yaitu termometer menunjukkan perbedaan saat di lakukan perlakuan tersebut. Dari percobaan didapat pada termometer yang digunakan tanpa berbicara lebih kecil jika dibandingkan dengan yang dilakukan tanpa berbicara, padahal seharusnya termometer yang di letakkan sambil diam lebih besar dari pada yang di lakukan dengan berbicara atau bernafas. Hal ini di karenakan orang yang berbicara suhu atau temperaturnya lebih banyak berhubungan dengan udara luar sehingga suhunya kebanyakan di pengaruhi oleh udara luar tersebut, dimana suhu udara mempunyai temperatur yang lebih rendah dari pada suhu tubuh. Karena pada orang yang diam menutup mulut suhunya tidak berhubungan dengan udara luar, maka suhunya juga tidak di pengaruhi oleh lingkungan luarnya tersebut yang mengakibatkan suhunya lebih besar dari yang berbicara tadi. Ketidak cocokan ini mungkin diakibatkan saat pengukuran suhu terjadi kecerobohan, misalnya probandus lupa berbicara.
Percobaan selanjutnya yaitu sebelum memasukkan termometer probandus terlebih dahulu berkumur dengan air es selama 1 menit. Setelah 1 menit termometer klinis langsung dimasukkan kedalam mulut probandus dan di ukur suhunya. Selama pengukuran dilakukan, terdapat pengaruh yang di timbulkan dari percobaan tersebut dengan besar suhu tubuh. Setelah di lakukan pengukuran ternyata suhu tubuh probandus rata-rata mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan karena air es yang normalnya memiliki suhu rendah, ketika di masukkan kedalam mulut yang memiliki suhu yang mendekati temperatur tubuh mempengaruhi panas yang ada dalam rongga mulut tersebut, sehingga panas yang ada dalam rongga mulut turun akibat adanya suhu dingin yang di timbulkan oleh air es. Oleh karena itu menurunkan suhu tubuh probandus.
Pada percobaan yang selanjutnya yaitu pengukuran suhu di ketiak yang sebelumnya probandus harus membersihkan ketiak dengan menggunakan lap kain yang bersih. Setelah itu baru termometer klinis diselipkan selama 10 menit. Setelah 10 menit di peroleh hasil suhunya sekitar 36 sampai 37ºC. Hal tersebut juga dapat membuktikan bahwa ketiak memang memiliki suhu yang mendekati suhu tubuh.
   Pada ke empat perlakuan tersebut di peroleh rata-rata dari ke 5 probandus yaitu pada mulut yang tanpa perlakuan (P1) setelah 10 menit rata-ratanya 36,94 ºC, dan pada mulut dengan bernapas (P2) setelah 5 menit suhu rata-ratanya yaitu 36,84 ºC, setelah 10 menit suhu rata-ratanya menjadi 37 ºC. Pada perlakuan yang ketiga yaitu dengan berkumur menggunakan air es (P3) suhu rata-ratanya setelah 5 menit mengalami penurunan yaitu menjadi 36,42 ºC, dan setelah 10 menit suhu rata-ratanya sebesar 36,86 ºC. Dan pada ketiak suhu rata-ratanya sebesar 37,06 ºC. Kesemuanya mendekati suhu normal yaitu sekitar 36 – 37 ºC, karena ketiak dan mulut memang mendekati suhu tubuh normal, selain rektar (melalui dubur). Untuk itulah mengapa saat kita sakit apabila akan mengukur suhu tubuh pastilah mengukur di ketiak dan rongga mulut.
Masing-masing perlakuan dilakukan untuk mengetahui apakah tempat-tempat tersebut memang mendekati suhu tubuh normal atau tidak, serta mengetahui pengaruh udara di lingkungan sekitar dengan suhu tubuh kita, dan ternyata memang berpengaruh. Hal ini juga membuktikan bahwa suhu tubuh manusia itu relatif atau berubah-ubah dan tidak konstan di satu waktu, bisa saja berubah dari satu waktu ke waktu yang lain.
Suhu tubuh seseorang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya aktivitas, suhu lingkungan, keadaan emosi, usia, dan jenis kelamin. Masing masing mempunyai pengaruh tersendiri salah satunya adalah pengaruh jenis kelamin yaitu orang laki-laki mempunyai suhu tubuh yang lebih besar daripada orang perempuan. Hal tersebut disebabkan karena seorang pria umumnya melakukan aktivitas yang berat yang akan berimbas pada suplai makanannya. Berhubung asupan makanannya banyak, maka laju metabolismenya juga cepat. Berdasarkan teori yang telah diuraikan bahwa  kecepatan metabolisme berhubungan dengan hormon kelamin pria, kecepatan metabolisme dapat ditingkatkan oleh hormon kelamin pria yang mengakibatkan peningkatan produksi panas sehingga suhu tubuh seorang pria lebih besar daripada wanita. Sedangkan pada perempuan, fluktuasi suhu lebih berfariasi dari pada  laki-laki karena pengeluaran hormon progesteron pada masa ovulasi.







VIII   PENUTUP
8.1     KESIMPULAN
1)      Suhu tubuh makhluk hidup homoiothermal dapat diukur temperaturnya melaui 3 tempat yaitu di ketiak, mulut dan di bawah lidah. Ketiga tempat tersebut dipilih sebagai tempat yang paling baik dalam melaksanakan pengukuran suhu karena tempat tersebut memiliki suhu yang mendekati suhu tubuh yaitu 36°C.
2)      Suhu tubuh seseorang yang berbicara dan yang hanya diam menutup mulut mengalami perbedaan yaitu lebih panas atau lebih tinggi orang yang hanya diam karena temperatur yang ada di dalam mulutnya tidak berhubungan dengan udara luar sehingga tidak dipengaruhi oleh lingkungannya.
3)      Suhu tubuh orang yang setelah berkumur dengan air es lebih rendah daripada yang biasa karena air es yang suhunya dingin mempengaruhi suhu panas yang ada dalam mulut sehingga suhu yang ada dalam mulut ikut menurun.
8.2     SARAN
1)      Sebelum termometer dimasukkan kedalam mulut, maka termometer harus di sterilkan dengan menggunakan alkohol.
2)      Pada percobaan yang dilakukan ketika termometer dimasukkan kedalam mulut tanpa berbicara, maka sebaiknya probandus lebih berhati-hati jangan sampai berbicara agar hasil yang diperoleh maksimal.
3)      Sebaiknya praktikan harus menguasai materi agar praktikum berjalan dengan baik.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS